Ternyata Ada Pendaki yang Sempat Terjebak Kebakaran Merbabu, ini Kisahnya

1427 hari    22-10-2015    Oleh : ilham


Magelang - Dede Andri (23) berada di puncak saat api membakar hutan perdu dan rumput Gunung Merbabu. Dia sempat terjebak hampir 24 jam. Untung, dia berhasil lolos dari kepungan api.

Dede yang berasal dari Cileunyi, Bandung, turun dari Gunung Merbabu, Jumat (21/8/2015). Dia berjalan sendirian menuju di Pos Pendakian Suwantingan, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jatim. Desa ini berjarak 8 km dari puncak. Di sana, ia bercerita kepada relawan dan anggota SAR.

"Saya tidak bisa turun kemarin, karena ada kebakaran," kata Dede.

Dede sempat mengabadikan kebakaran hutan perdu di puncak Merbabu. Dia menunjukkan gambar video ke orang-orang di Pos Pendakian Suwantingan.

Dede naik Merbabu Rabu (19/8). Saat itu, api belum membakar perdu dan rerumputan. Awalnya, dia ditolak petugas posko karena mendaki sendirian. Dia bisa naik ke Merbabu karena ikut 3 pendaki asal Salatiga.

Sesampai di puncak, Kamis (20/8), Dede tertinggal. Rombongan asal Salatiga turun terlebih dulu. Dede tak bisa turun karena api mulai membakar hutan yang akan dilewati menuju pos pendakian. Dia menginap di dekat puncak sambil menunggu api padam.

Sebelum mendaki Merbabu, Dede telah menaklukkan Gunung Perahu (Wonosobo) dan Gunung Andong (Magelang). Selanjutnya, dia mendaki Gunung Merbabu. Nah, rencananya dia akan mendaki Gunung Merapi.

"Tapi nggak jadi, pulang aja," kata mahasiswa semester 6 Itenas ini.
 
Pengelola Pos Pendakian Suwanting, Suharyanto, mengaku sempat was-was dengan nasib Dede. Sebab, tiga temannya yang berasal dari Salatiga telah lebih dulu turun melalui jalur pendakian arah Cunthel, Kopeng, Salatiga. "Untung tidak terjadi apa-apa," katanya.

Hutan perdu di Merbabu terbakar sejak Kamis (20/8) malam. Hingga saat ini, api masih berkobar. Menurut catatan BPBD Boyolali, setidaknya 200 hektare lahan hangus terbakar. 150 Personel TNI, relawan, SAR, warga, dan polisi kehutanan berjibaku memadamkan api dan mencegah api mencegah si jago merah merambat lebih luas.
(try/nrl)

Berita Terkait

Arsip Berita