Ada yang Nekat Pelihara Bekantan Langka ini, Akhirnya Disita BKSDA

1516 hari    22-10-2015    Oleh : ilham


Pontianak - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menyita satwa langka yang terancam punah. Seekor bekantan atau Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang endemik Kalimantan.

Di dalam kandang besi berukuran 1 meter itu, bekantan berambut warna cokelat kemerahan sedang asyik makan pakis.

"Kebiasaan pola makan bekantan telah berubah. Ini menyebabkan bekantan mudah mati apabila dipelihara, karena kebiasaannya di alam bekantan mengonsumsi pucuk daun muda," kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, kepada detikcom di ruang kerjanya, Senin (31/8/2015).

Satu ekor bekantan ini disita dari masyarakat setempat. Bekantan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis yang keberadaannya nyaris punah.
 
"Jadi ada laporan dari masyarakat awalnya. Kita selamatkan. Ini udah lama dipelihara sama pemiliknya," terangnya.

Untuk selanjutnya, kata Sustyo Iriono, bekantan tersebut akan dibawa ke tempat aman. "Nanti akan kita bawa ke IAR atau Kobus yang merupakan tempat rehabilitasi satwa liar khusus primata," katanya.

Sustyo Iriyono menjelaskan, nantinya bekantan yang disita tersebut akan dirawat. Akan tetapi, masih menunggu perkembangan selanjutnya.

"Ini masih menunggu perkembangan yang mau merawat. Kita koordinasi dulu. Soalnya kalau tiap hari ngurus ini kan (bekantan) tidak sehat juga. Makanya harus dicarikan solusinya," keluhnya.

Bekantan tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan. Bekantan tergolong satwa primata di bumi Khatulistiwa terpinggirkan akibat perluasan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri (HTI).

Sustyo Iriyono mengklaim, pihaknya selalu menggelar operasi satwa. Hal itu dilakukan guna menyadarkan masyarakat jangan memelihara satwa. Sebab, memelihara binatang dilindungi melanggar hukum.

"Ancamannya 5 tahun penjara. Itu berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Denda Rp 200 juta," pungkasnya.
(try/try)

Berita Terkait

Arsip Berita