Begini Kerja Keras Mbah Sadiman Agar Kekeringan Sirna dan Bukit Gendol Hijau

1371 hari    22-10-2015    Oleh : ilham


Jakarta - Hampir setiap hari, Sadiman (65) sembari pergi menyadap, membawa setidaknya satu bibit pohon beringin yang dia dapatkan tumbuh liar di areal perkampungan atau sekitar lahan pertanian warga. Selanjutnya tak cuma beringin yang dia tanam, namun juga pohon ipik, pohon bulu, pohon nangka, dan lamtoro.

"Pokoknya saya pilih pohon yang akarnya mampu mengikat air. Hingga sejauh ini untuk pohon beringin saja sudah lebih dari empat ribu pohon yang saya tanam. Kalau semua pohon yang ditanam ya sudah tak terhitung lagi. Tapi kalau 20 ribu pohon mungkin lebih. Saya tidak pernah menghitung secara pasti, karena selain menanam di lokasi baru ratusan pohon lainnya juga ditanam sebagai sulaman untuk mengganti tanaman sebelumnya yang mati," ujar pria yang akrab disapa Mbah Sadiman, Kamis (27/8/2015).

Selanjutnya Sadiman seperti ketagihan. Bahkan ketika sudah berhenti sebagai penyadap getah pinus, dia tetap terus melakukan penanaman pohon di lahan kedua bukit itu. Tak cuma mencari bibit yang tumbuh liar secara kebetulan seperti sebelumnya. Dia melakukan pembibitan di pekarangan rumahnya.

Setelah cukup besar bibit tanaman itu dibawanya naik ke gunung untuk ditanam di lokasi-lokasi yang yang kosong. Sambil melakukan penanaman, dia juga melakukan perawatan dan memeriksa tanamam yang telah ditanam sebelumnya.

Di pekarangannya juga disemai ratusan bibit pohon jati dan pohon cengkeh, namun bukan untuk ditanam di hutan. Kepada warga desanya Sadiman menawarkan bibit tanaman produktif itu dengan cara barter. Silakan ambil satu bibit pohon jati atau cengkeh asal ditukar dengan satu bibit pohon beringin. Beringin hasil barter itulah yang nantinya akan ditanamnya di hutan lereng gunung.

"Saya tidak terbebani apapun setiap hari harus naik turun ke hutan untuk menanam dan merawat pohon-pohon itu. Toh sekalian jalan saja, karena tanpa itupun saya juga harus ke hutan untuk mencari rumput. Istri saya juga tidak mempersoalkannya, karena setiap pulang ke rumah saya juga menbawa pulang kayu bakar kering dari hutan untuk memasak. Jadi kalau pulang saya bawa rumput dan kayu bakar," papar Mbah Sadiman.


(mbr/dra)

Berita Terkait

Arsip Berita